skip to main |
skip to sidebar
jalan setapak yang berliku
menghantarkan aku dalam sebuah keterakhiran
masih sendiri mengasuh hati
menuntunnya hingga kedewasaaan itu datang
pelan tunjukkan jalan dalam setapak itu
tertatih namun mulai berjalan tegap
hati-hati dia mulai merangkak
menjalani dunia yang hampa terasa
aku mulai hidup berjalan dan bercerita
dalam agungnya sang cipta yang mulai terangi sedikit abu dalam hampa
asuhan hati telah tergerak menuju dewasa nanti
"masih mencoba merasakan perihnya proses menuju dewasa itu"
ada ketika saat aku dulu
meramba dalam kekosongan danau jiwa
relung yang dalam tanpa riak air itu
bersahaja dalam kehitaman dunia
aku ketika itu masih dalam semu
memijakkan kaki dalam kebasahan
titik air mulai isi, jatuh pada lubang
tempat di mana genangan yang dulu ada
setitik demi setitik airnya penuh
danau jiwa yang kini berubah warna
biru namun tetap dalam hampa
dalam hitamnya dunia
"saat ini masih kosong dan belum ada yang mengisi hati ini, hampa sehampa danau kosong"
aku yang kini hadir dalam kehampaan
menuang kesepian dalam kesunyian
tak ada yang tau
langkah ini mau di bawa kemana
tuk..tuk,,tuk..
ketukan pintu hati
yang kini mulai merajai
dalam keterikatan semu
aku hanya aku
aku yang kini ragu
aku yang mengaku
aku yang makin tak tau
aku dalam jarak pandang yang sejauh ini
masih mencoba merengkuhnya
meski tau itu tak mudah
andai ketika itu waktu memihakku
apa akan seperti ini segalanya terjadi
hanya ingin aku tau
bahwa aku bisa milikimu
biarlah yang mengalir tetap mengalir
biar angin tetap berhembus
biar waktu tetap bergulir
biar cerita tetap mengarah
dan biar aku tetap pada tempatnya
disini di tempat jauh
memandang seakan ingin merengkuhmu
dalam pelukan abadi
"andai nya engkau tau, hanya waktu yang tak memihakku, aku yakin nanti akan datang masanya ketika kau akan bisa jadi yang kumau untukku"